Oleh: museumku | 31 Oktober 2010

Bandung Perlu Museum Alam dan Kebumian

KOMPAS Jawa Barat, Senin, 25 Okt 2010 – Kawasan Cekungan Bandung yang kaya akan khazanah alam dan kebumian perlu memiliki museum tematis yang menampung dokumen, arsip, serta peninggalan fisik alam. Hal itu penting guna meningkatkan kesadaran warga akan perlunya menjaga lingkungan alam Cekungan Bandung yang semakin memprihatinkan dari hari ke hari.

Anggota Masyarakat Geografi Indonesia, T Bachtiar, Minggu (24/10) di Bandung, mengatakan, banyak peninggalan alam dan kebumian di Cekungan Bandung yang terabaikan lantaran kurangnya perhatian pemerintah setempat. “Banyak bukti dan catatan tentang Danau Bandung Purba. Namun, temuan-temuan itu belum bisa sepenuhnya disimpan dan diselamatkan karena tidak ada tempat yang khusus merawatnya,” kata Bachtiar.

Ia membandingkan kondisi di Bandung dengan daerah lain yang telah memiliki museum alam dan kebumian. Jawa Tengah, misalnya, telah memiliki museum karst yang berisi jenis bebatuan karst sekaligus menyajikan keterangan lengkap mengenai potensi wilayah karst. Museum serupa semestinya bisa didirikan di Bandung karena wilayah ini juga memiliki wilayah karst yang memanjang dari Rajamandala di Kabupaten Bandung Barat hingga Sukabumi.

Bali juga telah memiliki Museum Gunung Batur yang menampung semua informasi tentang gunung api tersebut. Adapun Aceh mengabadikan bencana tsunami dengan mendirikan museum. Dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, menurut Bachtiar, Cekungan Bandung tak kalah kaya. Apalagi, kawasan ini dikenal punya banyak gunung sehingga kaya akan potensi geologis.

“Yang harus berinisatif membuat museum alam dan kebumian adalah pemerintah daerah. Dengan keterbatasan dana, warga tidak mungkin membuat museum mandiri tanpa bantuan pihak luar. Jika pemda memang peduli dengan potensi alam Cekungan Bandung, semestinya museum itu bisa diwujudkan,” katanya.


Fungsi edukasi

Tidak hanya mengabadikan sejarah alam dan kebumian di Bandung, museum juga bisa menjadi wahana pembelajaran bagi warga untuk mengenali daerahnya. Pengetahuan memadai tentang kekayaan alam dan kebumian itu bisa memupuk kecintaan warga terhadap Cekungan Bandung sehingga kerusakan lingkungan bisa ditekan.

Senada dengan hal itu, Litta Primasari, pengurus Museum Care, lembaga yang peduli pada pengembangan museum, mengatakan, fungsi edukasi museum harus dihidupkan kembali. Lembaganya memprakarsai kampanye museum yang tidak eksklusif dan pengelolaan yang profesional. (REK)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: