Oleh: museumku | 22 Oktober 2012

Supaya Penjaga Museum Tidak Gaptek

Rabu, 4 Juli 2012 – TEMPO.CO, Yogyakarta – Para pengelola museum di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti pelatihan pengelolaan website. Sebanyak 32 perwakilan pengelola museum digojlok mengelola informasi masing-masing museum melalui perangkat teknologi informasi.

Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY), Artin Wuriyani, mengatakan pengelolaan website museum merupakan cara promosi online dan terintegrasi destinasi pariwisata di Yogyakarta.

“Program ini sebagai upaya promosi pariwisata terintegrasi secara online dengan memanfaatkan domain website http://www.jogjatogo.com,” kata Artin Wuriyani di sela pelatihan di Laboratoriun Cisco Gedung Unit I Sekolah Tinggi Managemen Informatika Amikom Komputer (STIMIK) Yogyakarta, Jalan Ringroad Utara, Condongcatur, Sleman, Rabu, 4 Juli 2012.

Promosi pariwisata secara online dan terintegrasi ini, kata dia, adalah mimpi besar badan pariwisata dalam hal promosi pariwisata. Sebab, anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi, tapi imbasnya besar.

Untuk promosi pariwisata Yogyakarta dia mengakui masih diperlukan sinergi dengan semua pihak, terutama dengan para pemangku kebijakan pariwisata.

Melalui program pelatihan ini, seluruh museum yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki subdomain di website BP2KY dan bisa dikelola sendiri serta bisa diperbarui setiap saat oleh masing-masing pengelola museum. Masing-masing museum mendapatkan domain http://www.museum.jogjatogo.com.

Dengan pengelolaan website yang maksimal, diharapkan mampu menunjang promosi pariwisata di Yogyakarta. Khususnya menggalakkan program “ayo berkunjung ke museum”.

Setiap pengunjung website BP2KY di http://www.jogjatogo.com bisa langsung masuk ke link seluruh museum yang ada di Yogyakarta. Maka setiap museum bisa aktif berpromosi.

“Makanya dalam pelatihan pengelolaan ini mereka langsung diberikan password dan user ID yang bisa diaplikasikan langsung,” kata Artin.

Ke depan, kata dia, program ini tidak hanya berhenti pada pengelolaan website museum, tapi juga destinasi ataupun hal-hal menarik lainnya di Yogyakarta. Di antaranya handycraft (kerajinan tangan), pendidikan, desa wisata, dan lain-lain termasuk agenda budaya.

Manajer Web Development STMIK Amikom, Rahmad Taufik, menyatakan para peserta pelatihan ini mendapatkan materi tentang pengenalan website, pengelolaan, pemanfaatan website sebagai media promosi. Para peserta juga mendapatkan materi tentang promosi pariwisata melalui social network ataupun forum diskusi.

“Para peserta diharapkan langsung bisa berpromosi pariwisata museum lebih bagus dan intens,” kata Taufik.

MUH SYAIFULLAH


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori