Oleh: museumku | 9 Oktober 2010

Selayang Pandang : Pertahanan Diri Museum Swasta

KOMPAS Jawa Barat, Sabtu, 2 Okt 2010 – Tidak banyak museum swasta yang mampu bertahan hidup di tengah tingginya biaya operasional dan perawatan. Salah satu di antaranya yang mampu menghidupi diri secara mandiri adalah Museum Barli Bandung.

Museum ini didirikan tahun 1992 oleh pelukis Barli Sasmitawinata (alm) untuk menyimpan memorabilia dan lukisannya. Dalam perkembangannya, museum yang terletak di Jalan Sutami Nomor 91 ini tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga sebagai tempat diskusi hingga beragam pelatihan karya kreatif.

Kepala Museum Barli, Sanga Priagana, mengatakan, perkembangan Museum Barli tak bisa lepas dari kebutuhan masyarakat terhadap ruang apresiasi publik. Sebelumnya, banyak kalangan mengeluhkan kurangnya tempat untuk beraktivitas dan mengapresiasi seni.

Sanga mengakui, evolusi fungsi museum ini memberikan tambahan dana untuk perawatan museum. Ia mengatakan, dalam satu bulan, Museum Barli harus mengeluarkan Rp 8 juta dari kantong pribadi untuk biaya operasional. Pembiayaan terbesar untuk listrik, air, dan honor empat pegawai.

“Untuk meringankan pembiayaan perawatan museum, kami mengadakan workshop dan pelatihan beragam kesenian, seperti tari dan melukis. Selain itu, beberapa acara musik komersial juga pernah diadakan di lingkungan museum. Hingga Juli 2010, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 1.000 orang,” ujarnya. (CHE)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: