Oleh: museumku | 23 April 2015

Lihat Alkitab Raksasa di Museum Alkitab

TerbesarKoleksi Museum Alkitab disusun secara kronologis dan tata pamernya dibuat seperti galeri. Secara garis besar koleksi museum berupa Alkitab dalam berbagai bahasa di Nusantara, manuskrip, bagian-bagian terkait sejarah penerjemahan di seluruh dunia, serta artefaknya. (Foto-foto : Djulianto Susantio)

SATUHARAPAN.COM/LIFE, Kamis, 16 April 2015 – Nama Museum Alkitab memang belum populer, apalagi belum ada papan nama di depan gedung. Maklum, museum ini berada di lantai 2 Gedung Pusat Alkitab. Sebenarnya lokasi museum ini cukup strategis, yakni di Jalan Salemba Raya No. 12, Jakarta Pusat, persis di seberang Rumah Sakit St Carolus.

Meskipun bersifat keagamaan, Museum Alkitab terbuka untuk masyarakat umum. Semula memang tujuan pendirian museum adalah untuk membantu umat Kristiani yang membutuhkan informasi di bidang biblika atau kealkitaban. Namun kemudian diperluas, sehingga tidak diperuntukkan bagi satu agama saja.


Koleksi

Koleksi Museum Alkitab disusun secara kronologis dan tata pamernya dibuat seperti galeri. Secara garis besar koleksi museum berupa Alkitab dalam berbagai bahasa di Nusantara, manuskrip, bagian-bagian terkait sejarah penerjemahan di seluruh dunia, serta artefaknya.

Alur pameran diawali oleh tablet tanah liat dengan tulisan Cuneiform (huruf paku). Artefak yang berasal dari kebudayaan Sumeria ini memberi gambaran bahwa masyarakat Sumeria telah mengenal sistem tulisan. Tulisan inilah yang kemudian dipakai dalam Alkitab.

Anda tentu telah mengenal nama besar Rembrandt. Ternyata ia bukan hanya jago melukis. Ia pun gemar menggambar kejadian yang dihubungkan dengan Alkitab. Rembrandt Bijbel, demikian koleksi berukuran 23 cm x 14,5 cm tersebut, juga bisa disaksikan di Museum Alkitab. Rembrandt Bijbel terdiri atas dua jilid, yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Penerbitnya adalah Hugo Schmidt Verlag Munchen pada 1931.

Koleksi lain yang cukup tua berupa Perjanjian Baru Yunani keluaran 1588. Koleksi berukuran 7,3 cm x 5 cm ini tetap terpelihara baik. Begitu juga dengan Alkitab berbahasa Arab dan Perjanjian Baru tulisan tangan Bode. Bode adalah seorang penerjemah Alkitab Melayu.


Ikon

Ikon museum adalah Alkitab raksasa yang dalam keadaan terbuka berukuran 208 cm x 147 cm. Koleksi tersebut berada di lobi Gedung Pusat Alkitab. Pada tahun 2010, Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatatnya sebagai Alkitab terbesar di dunia.

Yang juga unik, di museum ini terdapat koleksi berisi tulisan super mini doa Bapa Kami dalam enam bahasa. Doa tersebut ditulis sangat kecil pada kertas berukuran 3½ mm x 3½ mm x 2 mm. Menurut Kepala Museum Alkitab saat ditemui LIFE SatuHarapan.com, Ratna Yuli Wulandari, koleksi tersebut diperoleh dari Gutenberg Museum, Mainz, Jerman beberapa tahun lalu.

Tablet-02Dan untuk kenyamanan pengunjung, tersedia Perpustakaan Biblika di lantai 3 yang dilengkapi personal computer dan Wifi. Di lantai ini pengunjung juga bisa melihat tanaman-tanaman yang disebutkan dalam Alkitab, seperti papirus, kurma, dan zaitun.

Museum buka setiap Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB dan Sabtu 09.00-15.00 WIB. Tersedia juga paket wisata bagi peserta rombongan 10-50 orang dimana selain diajak mengunjungi museum, peserta juga diajak melihat proses pencetakan Alkitab secara langsung di Percetakan Lembaga Alkitab Indonesia di Bogor.

Tidak seperti museum-museum lain yang tutup pada Senin, Museum Alkitab justru tutup pada Minggu. Kunjungan ke Museum Alkitab bisa menjadi alternatif liburan, sekaligus pendidikan.

Penulis : Djulianto Susantio

Editor : Prasto Prabowo


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: