Oleh: museumku | 13 November 2014

Pemaknaan Kurang, Terjebak Fungsi

Sejak didirikan pada 1778 hingga sekarang, Museum Nasional di Jakarta memiliki koleksi 142.000 benda. Akan tetapi, pemaknaannya melalui kegiatan riset masih sangat kurang dan penyajian informasi kepada publik masih terjebak pada fungsi benda, tidak dikaitkan dengan makna sistem nilai yang melingkupinya.

Baca Lanjutannya…

Sebagian besar koleksi Museum Nasional tidak bisa diakses informasinya oleh publik karena masih tersimpan di gudang serta belum dilengkapi data dan informasi akurat. Ketertutupan akses koleksi di gudang menjadi hambatan dialog publik untuk mengumpulkan informasi.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 1 November 2014

Museum dr. A.K. Gani Sekarat…

Gani-03Pintu masuk Museum A.K. Gani

Kelihatannya mendirikan museum relatif gampang. Bila ada tempat, lantas punya koleksi, kemudian dipamerkan kepada publik, jadilah museum. Itulah memang pengertian museum oleh orang awam. Padahal dalam arti sesungguhnya, pendirian museum memiliki persyaratan cukup ketat. Selain koleksi dan lokasi atau bangunan, museum harus memiliki sumber daya manusia dan sumber pendanaan tetap. Bahkan khusus museum pribadi atau museum swasta, harus berbadan hukum, misalnya yayasan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 4 Oktober 2014

Museum Semedo Dibangun pada 2015

Museum manusia purba Semedo di Desa Semedo, Kacamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, dibangun pada 2015. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tegal membangun museum itu di atas tanah seluas 1,5 hektar dengan anggaran Rp 5 miliar.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 12 September 2014

Perlu Digagas, Museum Pasca Modern di Indonesia

Sebagian besar dari 328 museum yang ada di Indonesia masih memiliki konsep museum tradisional dan sebagian kecil museum modern. Agar museum mampu mengimbangi perkembangan zaman dan gaya hidup masyarakat, perlu digagas museum pasca modern (postmodern museum).

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 6 September 2014

Batak Menyapa Dunia Melalui Museum

TB-04Museum Batak (Foto ilustrasi/Djulianto Susantio)

MANTAN Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara TB Silalahi bercerita tentang museum miliknya, Museum Batak TB Silalahi Center, di Balige, Sumatera Utara. ”Saya ingin menunjukkan tingginya budaya Batak lewat museum itu, tidak hanya kepada Indonesia, tetapi juga dunia internasional,” katanya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 5 September 2014

Tarik Ulur Pengelolaan Museum Mulawarwan

Museum MulawarmanKOMPAS/LUKAS ADI PRASETYA

Wisatawan mengunjungi Museum Mulawarman di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (3/9). Museum ini menyimpan sebagian koleksi Kesultanan Kutai Kartanegara. Namun, sebagian pengunjung merasa museum ini kurang menarik dan kurang interaktif dalam menampilkan koleksinya.

Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rita Widyasari mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar pengelolaan Museum Mulawarman di Tenggarong diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Rita beralasan agar Museum Mulawarman lebih menarik minat masyarakat.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 4 September 2014

Kementerian Kebudayaan Perlu

Pembahasan mengenai RUU Kebudayaan terus berlanjut menjelang berakhirnya masa kerja DPR 2009-2014 pada September 2014. Waktu sangat sempit, tetapi dukungan untuk terbentuknya kementerian kebudayaan, terlepas dari Kementerian Pendidikan, terus mengalir.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 2 September 2014

Biaya Museum Tanggung Jawab Pemilik

Sebanyak 328 museum yang ada di Indonesia wajib membiayai dan memelihara diri sendiri. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertugas membimbing dan merevitalisasi sesuai dengan anggaran yang tersedia.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 27 Agustus 2014

Perpustakaan, Arsip, dan Museum

Perhatian terhadap museum di Nusantara, dalam bentuknya yang paling sederhana, kemungkinan dipelopori oleh Rumphius (1628-1702). Ia seorang naturalis asal Jerman yang menetap di Ambon. Selain berbagai jenis flora, Rumphius mengumpulkan berbagai jenis benda kuno. Koleksi-koleksi tersebut ia lestarikan di dalam rumahnya. Sayang museum milik Rumphius tidak tersisa karena kena musibah kebakaran.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 22 Agustus 2014

Museum NTB: Ruang Pajang Koleksi Sangat Kurang

Hanya 10 persen dari total koleksi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat dapat dipajang karena keterbatasan ruang. Bahkan, papan wariga, alat dan dasar penghitungan kalender suku Sasak, Lombok, belum semuanya dipajang. Padahal, wariga merupakan budaya lokal yang sangat bermakna dan kini makin dilupakan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 15 Agustus 2014

Revitalisasi Terkesan Hanya Reparasi

Asosiasi Museum Indonesia mem-pertanyakan komitmen pemerintah dalam merevitalisasi museum yang ada di Indonesia. Hal itu karena program revita-lisasi dinilai kurang tepat sasaran dan terkesan hanya sebatas reparasi.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 11 Agustus 2014

Museum Situs Para Wali Dibangun

Warisan peradaban Islam awal mula di Jawa diangkat kembali melalui pembangunan museum-museum situs para wali. Selama ini, pengetahuan masyarakat masih sangat terbatas, misalnya dari tradisi tutur dan pengalaman menyinggahi makam para wali.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 10 Agustus 2014

Patung Enam Presiden Indonesia Dibuat di Bantul

Patung-presidenKOMPAS/HARIS FIRDAUS

Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembuatan patung presiden kedua Republik Indonesia Soeharto di studio milik pematung Yusman, di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (8/8). Patung itu merupakan salah satu dari enam patung presiden RI yang akan ditempatkan di Balai Kirti, museum penghormatan dan penghargaan bagi presiden RI, di kompleks Istana Bogor, Jawa Barat.

Patung enam Presiden Republik Indonesia yang dibuat oleh pematung asal Yogyakarta, Yusman, sedang dalam tahap penyelesaian akhir. Patung-patung itu ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2014 sehingga dapat dipamerkan saat peresmian museum penghormatan dan penghargaan bagi presiden RI di kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

”Kami masih menunggu apakah ada pihak tertentu, termasuk keluarga presiden, yang akan berkunjung ke sini dan memberikan masukan,” kata Yusman saat ditemui di studionya, di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (8/8).

Museum yang diberi nama Balai Kirti itu terletak di kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dan akan diresmikan pada September 2014.

Salah satu isi museum itu nanti adalah patung enam presiden RI yang pengerjaannya diserahkan kepada Yusman sejak sebulan lalu.

Yusman, seniman lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, membuat monumen-monumen perjuangan di sejumlah kota di Indonesia. Pria berusia 50 tahun itu antara lain membuat Monumen Pembebasan Irian Barat di Makassar tahun 1995, Museum Karawang (1997), Monumen Bung Hatta di Padang (2002), dan Museum Jenderal Besar AH Nasution (2008).

Saat ini, Yusman dan timnya telah menyelesaikan patung enam presiden berbahan tanah liat. Patung itu menjadi percontohan bagi patung berbahan perunggu yang akan dipajang di Balai Kirti. Yusman menuturkan, patung-patung presiden itu dibuat berdasarkan ciri khas setiap presiden.

”Kami masih terus menyempurnakan bentuk fisik patung ini, termasuk bentuk wajah dan motif pakaian,” kata Purjito (53), pematung yang ikut dalam proyek tersebut. (HRS)

(Sumber: Kompas, Sabtu, 9 Agustus 2014)

Oleh: museumku | 6 Agustus 2014

Universitas Siapkan Museum Pendidikan

Universitas Pendidikan Indonesia menyiapkan berdirinya museum pendidikan. Pembangunan museum yang berlokasi di lingkungan Kampus Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung itu ditargetkan tuntas pada pertengahan tahun 2015.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.605 pengikut lainnya.