Oleh: museumku | 16 April 2014

Macan Raksasa Pernah Hidup di Sangiran

KOMPAS, Rabu, 16 April 2014 – Macan raksasa diyakini pernah hidup pada masa 1,8-0,9 juta tahun yang lalu. Temuan tulang paha jenis karnivora ini di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, menggeser keyakinan selama ini mengenai macan yang mulai hidup pada masa 0,7-0,3 juta tahun yang lalu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 15 April 2014

Dua Maneken Manusia Purba Diimpor dari Paris

Kompas, Selasa, 15 April 2014 – Dua maneken hasil rekonstruksi fosil manusia purba yang diimpor dari Perancis telah selesai dibuat dan segera dikirim. Dua figur Homo erectus laki-laki dan perempuan tersebut akan dipajang di Museum Sangiran Klaster Bukuran, Sragen, Jawa Tengah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 12 April 2014

Dana Revitalisasi Rp 109 Miliar Cair

Baru-01Tampilan baru di Museum Kebangkitan Nasional, Jalan Abdul Rahman Saleh No. 26, Jakarta Pusat

KOMPAS, Sabtu, 12 April 2014 – Dana revitalisasi 39 museum milik pemerintah pusat dan daerah sebesar Rp 109 miliar segera cair. Dana ini diharapkan mampu memodernkan museum sehingga makin memiliki daya tarik untuk dikunjungi.

Baca Lanjutannya…

Blusukan-tmiiTMII atau Taman Mini Indonesia Indonesia merupakan sebuah kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia. Arealnya mencapai luas sekitar 150 hektar. Taman Mini, begitu sering disingkat, mulai dibangun pada 1972 dan diresmikan pada 20 April 1975.

Kebudayaan bangsa Indonesia di TMII berasal dari seluruh provinsi, ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional. Berbagai aktivitas sering dilakukan di setiap anjungan, antara lain peragaan busana, tarian, dan tradisi daerah.

Berbagai sarana rekreasi dan edukasi tersedia pula di TMII. Ada kereta gantung (sky lift) dan kereta wisata (aeromovel) yang disukai anak-anak. Ada taman burung, taman reptil, dan taman bunga yang menyemarakkan kelengkapan obyek wisata. Ada beberapa teater untuk memanjakan visual pengunjung.

Baca Lanjutannya…

Diskusi-01Museum Kebangkitan Nasional, Sabtu, 5 April 2014 menyelenggarakan Diskusi Sejarah bertopik “Perjuangan dan Pengorbanan Pelajar STOVIA Pendiri Boedi Oetomo”. Para pembicara adalah sembilan kerabat atau cucu dari para pendiri Boedi Oetomo.

Karena berdirinya Boedi Oetomo berlangsung pada 20 Mei 1908, tentu tidak banyak yang terungkap dari peristiwa tersebut. Meskipun demikian, para kerabat yang rata-rata berasal dari luar Jakarta itu, mampu memberikan tambahan informasi kepada pihak museum.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 13 Maret 2014

Museum Sejarah Nasional (Museum Monas)

Diponegoro-2Tugu Monumen Nasional dari kejauhan

Banyak orang belum tahu bahwa di bagian cawan Tugu Monas (Monumen Nasional) ada sebuah museum. Oleh pengelola, bagian dari Tugu Monas itu disebut Ruang Museum Sejarah. Museumnya dikenal sebagai Museum Sejarah Nasional (MSN) atau populer disebut Museum Monas.

Ruang museum sejarah terletak tiga meter di bawah permukaan halaman tugu. Ruang tersebut berukuran 80 meter x 80 meter. Batu marmer melapisi dinding dan lantai museum.

Di dalam museum terdapat 51 jendela peragaan (diorama) yang mengabadikan sejarah sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia, hingga masa pembangunan di zaman Orde Baru.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 8 Maret 2014

Mengenal Museum Tani Jawa Indonesia

TaniMuseum Tani Jawa Indonesia (foto Yan Arief)

Museum adalah tempat untuk menyimpan barang-barang bersejarah yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum untuk melihat sejarah masa lampau mengenai perjuangan, kondisi dulu dan lain lain. Salah satu museum unik yang ada di Kabupaten Bantul adalah Museum Tani Jawa Indonesia. Museum Tani Jawa Indonesia ini berdiri pada 2005, dirintis oleh Kristya Bintara. Museum ini dulunya menempati rumah joglo milik Subandi, Dukuh Kanten.

Karena gempa melanda Bantul dan sekitarnya tahun 2006, pada 2007 Museum dipindah ke lokasi tanah milik Sarjono/Purwo wiyono (Ki Condro), sesepuh di kampung wisata Candran, Kebonagung, Imogiri Bantul. Dari sinilah nama Museum Tani Jawa Indonesia mulai dikenal.

Baca Lanjutannya…

Kompas, Sabtu, 11 Januari 2014 – Tiga tahun setelah resmi dioperasikan, Museum Tsunami Aceh kini terbengkalai. Di museum itu sejumlah alat peraga rusak tidak dapat difungsikan dan beberapa koleksi tidak memiliki plang informasi.

Museum Tsunami Aceh diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Februari 2009. Selama dua tahun dilakukan proses koleksi dan pada 8 Mei 2011 museum ini mulai dibuka untuk umum.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 6 Januari 2014

Memaknai Olahraga dalam Kebudayaan

Olah raga adalah bagian dari kebudayaan yang dikembangkan manusia, dalam kebudayaan dikenal adanya 8 pranata (institution) yang masing-masingnya terdiri atas berbagai aktivitas, kebudayaan materi dan juga gagasan yang melatarbelakanginya. Kedelapan pranata tersebut adalah: pranata domestik, ekonomi, religi, edukasi, ilmu pengetahuan, politik, estetik dan rekreasi, serta pranata somatik (Koentjaraningrat 1980: 25—26). Olah raga dapat dimasukkan ke dalam dua pranata, yaitu pranata estetik dan rekreasi dan pranata somatik yang berkenaan dengan hidup sehat dengan mengurus dan mempertahankan kebugaran jasmaninya.

Dalam kebudayaan setiap aktivitas manusia tersebut bermakna, umat Hindu-Bali bersembahyang di pura, orang Kristen kebaktian di gereja, dan juga pemeluk Islam menjalankan ibadah sholat 5 waktu tentu ada maknanya. Begitupun nelayan sedang memancing ikan di laut, pendaki gunung, upacara sekatenan di Cirebon juga mengandung makna. Secara garis besar makna dalam kebudayaan dapat digolongkan ke dalam dua hal, yaitu makna yang bersifat sakral karena berhubungan dengan dunia kepercayaan kepada alam gaib, dan makna yang bersifat profan karena dihubungkan dengan kehidupan manusia secara pragmatis dalam kesehariannya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 17 Desember 2013

Galeri Itu Bukan Museum

Koran Tempo, Selasa, 17 Desember 2013 – Banyak kolektor sering salah kaprah terhadap pengertian museum. Jika mempunyai banyak koleksi, lantas diperlihatkan kepada umum, mereka menamakannya museum. Faktor-faktor lain, seperti ketersediaan perpustakaan, sarana penunjang, dan susunan pengurus, terabaikan.Museum, sebagaimana arti masyarakat awam itu, tak ubahnya tempat memajang koleksi semata.

Menurut Peraturan Pemerintah 1995, museum adalah sebuah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti material hasil budaya manusia, alam, dan lingkungannya guna menunjang upaya pelindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 12 Desember 2013

Pameran dan Diskusi di Museum Basoeki Abdullah

Seminar-basoekiDiskusi/Seminar “Basoeki Abdullah dan Karya Lukisnya”

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Kacung Marijan, Sabtu, 7 Desember 2013 membuka pameran seni gambar karya Basoeki Abdullah di Museum Basoeki Abdullah, Cilandak, Jakarta Selatan. Pameran yang bertajuk “Seni Gambar Basoeki Abdullah” ini memamerkan karya-karya Basoeki Abdullah sejak beliau masih muda hingga menjadi pelukis profesional.

Basoeki Abdullah merupakan salah satu Maestro seni lukis Indonesia. Dari tangannya banyak dihasilkan karya-karya indah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 24 November 2013

Fungsi Sosial Museum

Kitnas-01Pos Kesehatan

Museum tidak hanya memamerkan koleksi kepada masyarakat. Museum pun disyaratkan harus memiliki fungsi sosial. Hal ini sudah dilakukan Museum Kebangkitan Nasional di Jalan Abdul Rahman Saleh No. 26, Jakarta Pusat.

Pada Selasa, 19 Nopember 2013 terjadi kebakaran di dekat museum tersebut. Puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Atas pembicaraan perwakilan warga dengan Kepala Museum Kebangkitan Nasional, akhirnya R. Tjahjopurnomo mengizinkan warga yang mengalami musibah, menempati beberapa ruangan di kompleks museum.

Baca Lanjutannya…

kompas.com, Jumat, 1 November 2013 – BERDEBU dan kusam adalah kesan Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah, yang selama ini melekat di benak masyarakat. Kondisi ini membuat orang enggan datang, padahal koleksi di dalamnya ibarat harta karun terpendam yang menyimpan sejarah dan ilmu pengetahuan tak ternilai yang menunggu digali. Mereka yang lebih sadar terhadap nilai koleksi-koleksi kuno museum ini barangkali lebih didominasi para pencari keuntungan atau kolektor-kolektor nakal yang mencari-cari kesempatan untuk memiliki koleksi yang bernilai ekonomi tinggi di dunia kolektor.

Pada ulang tahunnya yang ke-123, kondisi Museum Radya Pustaka hampir tak berubah seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja sudah mulai terlihat dindingnya putih bersih setelah dicat, demikian pula pintu-pintunya yang berhias ukiran. Namun, batas waktu revitalisasi museum selama 100 hari yang dimulai sejak 4 September lalu tersebut masih menyisakan banyak pekerjaan. Koleksi-koleksi museum pun masih ditaruh di peti atau diselubungi plastik agar tidak kotor.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 27 Oktober 2013

Museum A. Yani

Sasmitaloka Pahlawan Revolusi A. Yani yang terletak di Jl. Lembang D 58, Menteng, Jakarta Pusat, adalah sebuah monumen. Bangunan monumen tersebut berbentuk sebuah memorial museum untuk mengenang dan mengabadikan perjuangan Jenderal TNI Anumerta A. Yani dan para Pahlawan Revolusi lainnya yang gugur akibat pemberontakan dan kebiadaban G 30 S/PKI.

Pemakaian nama museum “Sasmitaloka Pahlawan Revolusi A. Yani”, mengandung maksud “tempat semangat juang, jasa, pengabdian dan pengorbanan Pahlawan Revolusi A. Yani dan para Pahlawan Revolusi lainnya diabadikan”. Sesuai dengan arti harfiah kata Sasmita, isyarat, firasat dan wangsit, pengeling-ngeling; loka, tempat, sedang nama Pahlawan Revolusi adalah penghargaan yang diberikan oleh negara sebagai penghormatan kepada para Pahlawan Kusuma Bangsa yang gugur bersama-sama pada dini hari, 1 Oktober 1965, akibat ulah brutal dari segolongan manusia yang hendak menikam dan merobek-robek Pancasila.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 19 Oktober 2013

Museum Ronggowarsito

Museum Negeri Provinsi Jawa Tengah “Ronggowarsito” diresmikan pemanfaatannya untuk masyarakat oleh Mendikbud Prof. Dr. Fuad Hassan pada 5 Juli 1989. Tata penyajian pameran mengacu pada konteks “Eksistensi Manusia Jawa Tengah dan Lingkungannya” dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu, intelektual, estetis romantis, dan evokatif.

Pembangunan Museum Jawa Tengah bertujuan untuk mendokumentasikan, memperagakan, dan mengkomunikasikan semua hasil budaya material. Fungsi museum lebih dititikberatkan pada kegunaannya dalam rangka pengembangan kebudayaan bangsa, pendidikan, pengetahuan, dan penelitian.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.557 pengikut lainnya.