Oleh: museumku | 22 Maret 2011

Sultan HB X Hibahkan Kerangka Gajah Keraton ke Museum Biologi

republika.co.id, Rabu, 16 Maret 2011 – Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X akan menghibahkan kerangka gajah keraton Yogyakarta yang meninggal delapan tahun lalu ke Museum Biologi Yogyakarta. Kerangka gajah tersebut sekarang masih dikuburkan di Gajahan, Alun-alun Selatan, Yogyakarta.

Hal itu dikemukakan mantan Kepala Museum Biologi Yogyakarta dan Panitia Penggalian Kerangka Gajah Trijoko usai bertemu dengan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, di Kepatihan Yogyakarta, Rabu (16/3).

”Gajah keraton yang akan dihibahkan milik Ngarso Dalem. (red. Sultan Hamengku Buwono X). Dengan demikian kerangka gajah ini nantinya merupakan koleksi yang pertama kali dari Museum Biologi,”kata dia

”Saat ini kerangka gajah masih dikuburkan dan mengenai waktu penggalian belum ada kepastian, baru akan dikonsolidasikan dengan Gusti Prabu (red. adik Sultan HB X GBPH Prabukusumo),’kata dia. Gajah tersebut merupakan gajah Asia.

”Nanti akan kami gali dan kami tata ulang kerangkanya dan disimpan di museum untuk disumbangkan ke masyarakat,” tutur Trijoko. Setelah kerangka gajah digali, nanti akan dikeringkan agar awet dalam penyimpanan. Rencananya tempat pengumpulan spesimen yang ada akan dipindahkan ke tempat lain dan diganti untuk kerangka gajah

Dengan adanya kerangka gajah di Museum Biologi diharapkan dapat meningkatkan minat pelajar dalam mempelajari keanekaragaman hayati termasuk pemanfaatan museum untuk pendidikan. ”Karena selama ini museum belum dimanfaatkan secara keseluruhan untuk pelajar-pelajar kita,” dia menambahkan.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini koleksi museum biologi lebih dari 3000 jenis organisme. Koleksi hewan bertubuh besar yang sudah ada antara lain: badak, orangutan, beruang. ‘Alhamdulillah sejak lima tahun terakhir ini jumlah pengunjung, terutama dari kalangan pelajar ke museum biologi ada peningkatan,” tutur dia. Tahun 2010 jumlah pengunjung lebih dari 10000 orang.

Menurut Trijoko, peningkatan pengunjung museum biologi ini karena adanya kebijakan dari Dinas Pendidikan Yogyakarta yang semakin memberi peluang terhadap pemanfaatan sumber daya termasuk museum untuk pendidikan yang ada di Yogyakarta sebelum mereka keluar Yogyakarta.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.571 pengikut lainnya.