Oleh: museumku | 13 Oktober 2010

Pameran Keragaman Alat Musik Tradisional Digelar di Museum Nasional

Republika.co.id, Senin, 11 Oktober 2010 – Pameran Keragaman Alat Musik Tradisional Nusantara akan digelar di Museum Nasional, mulai Selasa (12/10) hingga 12/11. Ini merupakan hasil kerjasama antara Museum Nasional dengan museum-museum provinsi se-Indonesia dan Museum 1000 Moko, Kab. Alor NTT.

Di dalam pameran kali ini para pengunjung tidak hanya diberi gambaran tentang keberagaman alat musik tradisional, melainkan juga fungsi alat musik dalam kehidupan masyarakat nusantara, teknologi pembuatan alat musik, bagaimana cara memainkan alat musik tradisional tertentu, dan konteks seni musik tradisional di dalam seni pertunjukan.

Pameran ini dengan selaras dengan tema Hari Museum Internasional Tahun 2010 yang dicanangkan oleh The International Council of Museums (ICOM) yaitu Museums for Social Harmony, maka Museum Nasional memberi tajuk ‘Harmoni Nusantara’. Setelah pameran di Museum Nasional pada tahun 2010 ini, pada tiap tahunnya pameran serupa juga juga digelar di museum-museum provinsi secara bergantian.

*******

Museum pamerkan alat musik tradisional

Oleh: Hilda Sabri Sulistyo

web.bisnis.com, Selasa, 12/10/2010 – Museum Nasional bersama 25 museum provinsi lainnya di Tanah Air memamerkan 160 instrumen alat musik tradisional selama 7 bulan penuh.

Di Museum Nasional, pameran yang dibuka Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pagi ini berlangsung hingga 12 November 2010.

Menbudpar Jero Wacik mengatakan tema Harmoni Nusantara pada pameran ini sesuai dengan tema Hari Musem Internasional 2010 yaitu Museums for Social Harmony yang ditetapkan The International Council of Museums (ICOM).

Kegiatan yang mendapat perhatian para duta besar negara sahabat ini bukan hanya memamerkan alat musik tradisional dari satu daerah tetapi pengunjung juga diberi gambaran fungsi alat dalam kehidupan masyarakat, peragaan pembuatan alat, serta informasi seni musik tradisional dalam konteks pertunjukan.

Aurora Tambunan, Dirjen Sejarah dan Purbakala Kemenbudpar mengatakan kegiatan pameran bersama sudah kerap dilakukan oleh pengelola museum provinsi.

“Sebelum ini pameran keliling telah dilakukan dengan tema Ragam Hias dan Patung Etnik Nusantara dari museum ke museum dan berakhir di Museum Provinsi Maluku Siwa Lima,” tandasnya.

Menurut Aurora, pameran kali ini dibagi dalam dua subtema yaitu kelompok sajian utama dan kelompok sajian pelengkap sehingga seni musik nusantara ini disajikan dalam rangkaian sejarah budaya nusantara. (mfm)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.557 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: